Tanpa Scrambler, Ducati Di Indonesia Bakal Terseok

By | February 22, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Semua gara-gara Scrambler. Munculnya model ini, penjulan Ducati secara global segera melejit, bahkan mencapai rekor tahun lalu, sebagian besar karena model beraliran retro ini. Kisah di Indonesia pun demikian.

Saat Garansindo Group mengasuh merek ini, dulu menjual produk belum genap setahun, 90 persen penjualan disumbang Scrambler. Tanpa model ini, dapat jadi, Ducati Indonesia diwakili Garansindo Euro Sports harus mengeluarkan energi ekstra bagi jualan.

Ya, Garansindo memang sedikit beruntung, mengasuh Ducati di ketika yg tepat, mempunyai produk yg sedang tren. Lebih dari itu, Scrambler diciptakan sebagai motor yg terjangkau, meskipun saat masuk Indonesia, harganya tetap jadi berlipat, dan harus dipasarkan lebih dari Rp 200 jutaan.

Tapi itu benar-benar menolong. Bandingkan saat Ducati cuma memasarkan model-model sport lain, yg harganya telah tembus Rp 400 jutaan karena kenaikan PPnBM menjadi 125 persen. Buktinya pun ada.

Managing Director Garansindo Euro Sports Dhani M Yahya membeberkan, bahwa penjualan sejak Ducati bergabung dengan Garansindo (Mei 2016), 90 persennya adalah Scrambler.

Lalu di-break down lagi, dari penjualan Scrambler, 60 persen adalah tipe Sixty2 (400 cc-paling murah), dan 40 persen Scrambler 800 cc.

Sisanya, yg 20 persen dari total penjualan, adalah model-model yang lain seperti Monster, Multistrada, Diavel, Xdiavel, sampai Panigale. Dari prosentase itu, dulu kontribusi Scrambler dapat dihitung.

Dhani menyatakan bahwa penjualan Ducati sejak dipegang Garansindo sekitar 100-an unit. Artinya, 80 unit adalah kontribusi Scrambler. Bisa dibayangkan, tanpa model ini, Garansindo harus berusaha menjual lebih keras.

”Soal menggenjot penjualan pada tipe selain Scrambler, memang harus ada nature. Dalam artian, model-model ini populasinya cukup banyak di Indonesia, kurang lebih 1.500-an, mayoritas Monster. Setelah itu Diavel, Multistrada, Panigale. Mereka mulai terdorong buat trade in seandainya ada produk baru,” kata Dhani.

Sumber: http://otomotif.kompas.com