Tarif Surat Kendaraan Naik, Bikin Industri Motor Cemas

By | January 9, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Naiknya tarif administrasi kepengurusan surat-surat kendaraan roda beberapa dan empat, cepat atau lambat bakal mengerek harga jualnya. Ini dikhawatirkan bakal membawa efek negatif pada penjualan, walaupun masih belum mampu diproyeksi secara pasti ketika ini.

Astra Honda Motor (AHM) pemimpin pasar kendaraan roda beberapa di Indonesia akan ikut mengatakan kecemasannya, mulai keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB), penganti PP Nomor 50 Tahun 2010.

Melalui Thomas Wijaya, GM Divisi Penjualan AHM, menyatakan, kalau memang masih dapat berharap, aturan ini mungkin saja dapat ditunda atau bahkan dibatalkan. “Ini pastinya dapat berdampak memberatnya daya beli masyarakat, sehingga berpengaruh tak baik buat pasar industri,” ujar Thomas kepada Unilinkrc.info, Minggu (8/1/2017).

Baca: Kalau Pasar Motor Jeblok karena Tarif Naik, Aturan Bisa Direvisi?

Terkait kapan AHM akan menyesuaikan harga jual sepeda motornya, Thomas menginformasikan kalau pihaknya masih melakukan pemantauan implementasinya di lapangan. Studi dikerjakan paling tak sampai sesuatu minggu ke depan.

“Jika implementasinya telah fix, tentu kalian mulai menaikkan sesuai dengan ketentuan dan apa yg telah ditetapkan pemerintah baik pusat dan daerah,” tutur Thomas.

Sebelumnya, Gunadi Sindhuwinata, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengatakan, dalam merumuskan suatu harga, Agen Pemegang Merek (APM) sepeda motor di Indonesia, tak melihat faktor kenaikan tarif baru ini, tetapi masih ada banyak pertimbangan lain. Tentu tujuannya, agar pasar tetap bergairah. 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

  • Kenaikan Biaya Surat Kendaraan

Sumber: http://otomotif.kompas.com