Tes Tabrak Bakal Jadi Wajib Di Indonesia?

By | December 6, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Dari tahun ke tahun, kemampuan produksi mobil di Indonesia mencapai lebih dari 1 juta unit yg sebagian besarnya diserap domestik. Semakin banyak masyarakat memakai mobil tentu faktor keselamatan wajib ditingkatkan.

Salah sesuatu nilai keamanan bagi konsumen soal keselamatan di jalan raya ditentukan dari kemampuan mobil melindungi saat terjadi tabrakan. Bukan cuma melindungi penumpang di kabin tapi juga pejalan kaki. Hal itu mampu diketahui seandainya menguji mobil memakai cara destruktif, tes tabrak.

Saat ini belum ada fasilitas uji tabrak di Tanah Air. Padahal dibanding negara se-Asia Tenggara, Indonesia yaitu pasar otomotif terbesar. Bahkan, melebihi Thailand yg kebanyakan produksi mobilnya bagi ekspor.

Seiring perkembangan industri otomotif di Indonesia, semakin banyak mobil dikembangkan dan diproduksi lokal. Nada setuju soal perlunya fasilitas tes tabrak di Indonesia dilontarkan oleh pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri.

“Seharusnya itu ada level jaminan perlindungan bagi konsumen. Kalau buat mobil yg dikembangkan di Indonesia dan dipasarkan di dalam negeri seharusnya ada tes tabrak. Padahal di berbagai negara telah mensyaratkan,” ucap pemegang gelar doktor ini ketika dihubungi Unilinkrc.info, Senin (5/12/2016).

Tri menyampaikan selama ini kesadaran atas kemampuan mobil melindungi belum tinggi di Indonesia. Jika fasilitas tes tabrak di dalam negeri dinilai masih sulit diwujudkan, regulator sebenarnya mampu memasukan tes tabrak ke dalam salah sesuatu syarat sertifikasi uji tipe kendaraan.

Selama ini yg terjadi tes tabrak mobil lokal dikerjakan di luar negeri bersama prinsipal. Itupun atas kesadaran Agen Tunggal Pemegang Merek di Indonesia.

“Selain persoalan kelayakan, emisi, seharusnya ditambahkan lagi di uji tipe soal keselamatan penumpang dan pedestrian. kalau itu telah dipenuhi persyaratannya, baru mampu mengajukan ke Kementrian Perdangangan buat mobil mampu dijual,” papar Tri.

“Kalau aku setuju harus ada, karena kan harus dibuktikan dahulu secara persyaratan mobil memenuhi tes tabrak. Mengaturnya seperti apa, itu dapat bertahap, jadi artinya ada persyaratan bagi mendapatkan sertifikasi, sebelum mobil dapat dijual,” ucap Tri. 

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply