Tesla Kena “Semprit” Di Jerman

By | October 18, 2016

Frankfurt, Unilinkrc.info  – Pemerintah Jerman, lewat Menteri Transportasi Alexander Dobrindt, mendesak Tesla buat langsung menghentikan iklan mobil yg mengekspos fitur Autopilot (self driving/mobil dikendarai sistem komputer). Kemampuan fitur ini masih diragukan keandalannya dalam menjamin keselamatan di jalan.

Pelarangan itu dikerjakan karena pemerintah Jerman khawatir, lewat iklan tersebut, mulai membentuk pola pikir kalau berkendara secara manual telah tak lagi diperlukan.  Federal Motor Transport Authority (KBA) Jerman sudah melayangkan surat permintaan kepada Tesla mulai hal itu.

“Kami telah mengatakan surat tersebut kepada Tesla, di mana bagi tak lagi memakai istilah ‘Autopilot’ yg menyesatkan, buat sistem bantuan pengemudi mobil,” kata Dobrindt mengutip Automotive News Europe, Senin (17/10/2016).

Mendapatkan teguran tersebut, pihak Tesla kemudian memberikan respons. Juru bicara Tesla mengatakan, selain mengiklankan Autopilot, mereka juga selalu meminta pengemudi tetap awas selama fitur autopilot aktif.

“Kami juga terus menegaskan kepada pelanggan bahwa sistem autopilot ini, tetap membutuhkan peran pengemudi buat memperhatikan jalan setiap saat. Sama seperti di pesawat terbang, saat digunakan dengan benar, autopilot dapat mengurangi beban kerja supir,” kata juru bicara Tesla.

Pada hari Jumat lalu, pihak KBA mengirimkan surat kepada para pemilik mobil Tesla, yg isinya memperingatkan, kalau mobil mereka tak mampu dioperasikan tanpa perhatian terus-menerus dari pengemudinya. Sesuai dengan undang-undang, mereka harus tetap waspada meskipun ada fitur autopilot.

Fitur autopilot Tesla, sudah menjadi sorotan dan masuk dalam zona pengawasan intensif, pasca tragedi mengenaskan yg menimpa pengemudi Tesla Model S di Florida, Mei lalu. Diduga, salah sesuatu penyebab kecelakaannya merupakan fitur autopilot yg tak mampu membaca objek di depan, sehingga benturan tak terhindari.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply