Tiga Masukan Untuk Pemerintah, Terkait Motor Listrik

By | September 7, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Pengembangan teknologi di dunia otomotif tentu tak dapat dibendung, ditambah lagi dengan sedang ramainya pembahasan mengenai polusi udara. Produsen kendaraan, khususnya roda beberapa pun berlomba menelurkan produk zero emission bertenaga listrik.

Di Indonesia, Gesits,  skuter listrik hasil kolaborasi antara Garansindo dan akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) telah diperkenalkan. Produk ini mulai diproduksi di dalam negeri 2017, dan diklaim memiliki komposisi lokal sebesar 90 persen, 10 persennya masih impor (baterai).

Kehadiran sepeda motor listrik ini tentu masuk dalam lingkup Kebijakan Energi Nasional, yg diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 79 tahun 2014. Ditambah lagi oleh draft susulan, yg mulai ditelurkan oleh Dewan Energi Nasional (DEN). Di mana pada salah sesuatu poinnya, menargetkan 8 juta unit sepeda motor listrik ditahun 2025. Ini tentu perlu dorongan agar dapat terealisasi.

Baca juga : Dorong Pemerintah Dukung Kendaraan Listrik

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Al Abdullah, Presiden Direktur Grup Garansindo, cuma mengaharapkan tiga hal dari pemerintah, buat mendukung skuter listrik.

“Pertama, kebijakan yg nantinya mulai dikeluarkan terhadap sepeda motor listrik, harus melalui diskusi dengan para produsennya. Jangan cuma merek konvensional saja, atau Asosisasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), tapi Garansindo-ITS sebagai pemilik skuter listrik Gesits, juga harus diajak duduk bersama,” ujar Al kepada Unilinkrc.info, Selasa (6/9/2016).

Al melanjutkan, dengan begitu segala pandangan dan aspirasi dari segala pemilik kendaraan listrik, mampu tertampung dan tersalurkan. Kemudian yg kedua, kata Al, alokasikan insentif dengan tepat sasaran.

Baca juga : Gesits Sudah Diincar Perusahaan Asing

“Insentif tak perlu macam-macam, khusus bagi skuter listrik yg paling utama adalah baterai, cukup kurangi pajak baterai yg masih impor, sampai kalian selesai melakukan pengembangan. Seperti diketahui, kita menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) bagi mengembangkan baterai, dan telah berjalan,” ucap Al.

Terakhir, ucap pria yg akrab disapa Memet, merupakan menciptakan pasar di Indonesia, salah satunya kembali menggulirkan kebijakan program pemanfaatan tingkat kandungan dalam negeri. Caranya, menginstruksikan kepada para Badan Usaha Milik Negara (BUMN) buat membeli skuter listrik karya anak bangsa, Gesits salah satunya.

“Tidak harus seluruhnya, paling tak setengahnya saja cukup. Karena malu seandainya yg membeli Gesits hasil karya anak bangsa malah perusahaan swasta, dibanding perusahaan punya negara,” ujar Memet.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply