Toyota Masih Jadi Eksportir Terbesar Di Indonesia

By | October 14, 2016


Jakarta, Unilinkrc.info
– PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali mengukuhkan diri sebagai produsen mobil dengan kinerja ekspor terbaik pada tahun ini. Merek terbesar dari Jepang ini kembali meraih Primaniyarta Award 2016 dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, yg ke-7 kalinya di kategori Eksportir Berkinerja.

Penghargaan diberikan segera oleh Presiden Joko Widodo yg didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, kepada Senior Direktur TMMIN Edward Otto Kanter dalam acara pembukaan Trade Expo 2016, Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

“Semoga, kinerja ekspor kita bisa berkontribusi  dalam upaya meningkatkan ekspor non-komoditas yg mendukung penambahan devisa negara,” ujar Edward, setelah acara. Edward juga mengatakan, kinerja ekspor perusahaan cuma mampu diraih berkat dukungan segala pihak, terutama pemerintah.

Penghargaan ini telah dikantongi TMMIN sejak 2008, 2010, 2011, selanjutnya berturut-turut dari 2013 sampai 2016.  Tahun dahulu nilai ekspor Toyota tercatat Bank Indonesia mencapai 2 miliar dollar Amerika Serikat. Sedangkan akumulasi sejak pertama kali ekspor akan 2004 sampai ketika ini ditaksir lebih dari 15 miliar dollar AS.

Toyota ketika ini memproduksi dua model di pabrik sendiri, yakni Kijang Innova, Fortuner, Etios Valco Vios, Yaris, dan tambahan model baru Sienta. Sedangkan Daihatsu (bagian dari grup Toyota) memasok Avanza, Rush, Town/Lite Ace, dan Agya. Dari seluruh model di atas, hanya Etios Valco yg tak diekspor ke luar Indonesia.

Selain mobil, Toyota juga telah menjadikan Indonesia basis produksi beberapa tipe mesin, TR-K dan R-NR. Keduanya yaitu mesin bensin dan ethanol. Kemudian juga ada produksi komponen, termasuk alat bantu produksi pengelasan (jigs), dan pengepresan (dies).

2016

Periode Januari- September 2016, TMMIN mengaku telah mengekspor 123.700 unit mobil dalam kondisi utuh (completely built up/CBU). Selain itu juga ada ekspor mobil dalam keadaan terurai (completely knocked down/CKD) hingga 34.500 unit.

Komponen lain, seperti mesin bensin telah terkirim lebih dari 90.300 unit. Kemudian mesin ethanol tercatat 16.200 unit, dan komponen kendaraan sekitar 64,7 juta buah. Produk-produk ekspor ini dikirim ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Pasifik, serta Timur Tengah.

“Saat ini rata-rata volume ekspor kendaraan utuh (CBU) dari pabrik Toyota dan grup (Daihatsu) di Indonesia sudah mencapai 12.000 unit per bulan. Sedangkan mesin, CKD, dan komponen sebanyak 750 container (FeU) per bulan,” kata Edward.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply