Turki Bakal Jadi Poros Otomotif Global

By | August 31, 2016

Tokyo, Unilinkrc.info – Industri otomotif Turki diprediksi mulai tumbuh dengan baik, dan dianggap mampu menjadi basis produksi dan pasar potensial di dunia. Meskipun, gejolak sosial politik yg labil selalu menyelimuti, akan ancaman terorisme sampai kudeta, potensinya tetap ada.

Hal tersebut seperti disampaikan Satoshi Komiya, pakar industri otmotif dari Boston Consulting Group (BCG). Dari wawancara bersama dengan Nikkei, Kamis (25/8/2016) Komiya mengatakan, meskipun Toyota dan dua merek Jepang lainnya beroperasi di sana, namun merek Eropa dan Amerika seperti Renault, Fiat Chrysler Automobiles dan Ford Motor, juga milik eksistensi yg kuat.

Turki diposisikan sebagai negara basis ekspor buat Eropa karena kedekatan geografis.Dari 1,2 juta kendaraan yg diproduksi Turki pada 2015, sekitar 70 persen diekspor ke Eropa dan tempat lain. Tenaga kerja lebih murah daripada di Eropa sehingga memperkecil biaya produksi, dan kerjasama serikat pekerja dengan Uni Eropa juga menjadi keuntungan.

“Selain itu, infrastruktur pendukung industri otomotif, termasuk pemasok juga berkembang. Banyak pemasok yg bergandengan tangan dengan pemain lokal, contohnya produsen ban Bridgestone. Turki sendiri sangat tertarik buat dapat selalu menyerap teknologi dari perusahaan Jepang,” ujar Komiya.

Ancaman Terorisme?

Komiya mengatakan, serangan teroris yg akhir-akhir ini terjadi di Turki, tentu mulai berdampak negatif untuk perkembangan ekonomi, dan belum jelas, berapa besar pukulan, yg dialami oleh industri otomotif karena itu. Namun, Komiyo sendiri tak percaya, kalau segala pasar otomotif mulai runtuh.

“Produsen tentunya mulai memperhitungkan keadaan politik dan risiko lainnya saat mereka mendirikan bisnis. Banyak pabrik mobil di Turki yg dapat menangani berbagai kendala, dan membuat Turki tetap penting, terutama buat produsen Eropa dan Amerika,” ucap Komiya.

Prospek Pertumbuhan

Wilayah Turki sendiri, kurang lebih 60 persen mobil baru yg dijual yaitu produk impor. Penjualan kendaraan baru Turki hampir mencapai 1 juta unit pada tahun 2015, dan mampu trus naik menjadi sekitar 1,2 juta di tahun 2022.

Jenis mobil kompak dengan mesin 1,6-liter atau mesin dengan kapasitas silinder lebih kecil terjual sangat cepat, dan lebih besar porsi dari kendaraan diesel. Melihat pasar yg lebih luas lagi buat ekspor, di Timur Tengah termasuk Arab Saudi dan Iran, diperkirakan produksi mulai naik dari 4,2 juta unit pada tahun 2015, menjadi sekitar 5,3 juta di 2022, melebihi Brasil.

Dalam jangka waktu yg panjang, itu mulai menjadi pasar yg sangat besar. Perusahaan harus membuat pilihan, seberapa banyak investasi modal yg mulai dikucurkan di Turki, sembari melihat dan menilai keadaan politik, serta faktor lainnya.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply