Yamaha Berharap Keadilan Pada Perkara Kartel

By | January 14, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Proses persidangan dugaan kartel dari Pelapor, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), kepada Terlapor I (Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan Terlapor II (Astra Honda Motor), mendekati putusan dari majelis komisi.

Pihak Yamaha yg diberatkan dengan bukti dari tim investigator KPPU berupa beberapa email internal para petingginya, mengatakan, apapun keputusan akhir diharapkan tetap mendukung industri otomotif.

“Kami mengharapkan keputusan KPPU mulai memberikan iklim investasi yg sehat dan baik bagi Indonesia. Kami yakin majelis mulai bertindak seadil-adilnya buat masalah ini,” kata Chief Operating Officer (COO) YIMM Dyonisius Beti, usai sidang pembacaan kesimpulan di kantor KPPU, di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Investor Kabur

Ketua Umum Asosiasi Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata pada akhir tahun dahulu pernah menjelaskan, dugaan kartel Yamaha-Honda, walau belum diputuskan benar atau tak oleh pengadilan, dapat berdampak negatif pada iklim industri. Investor mampu kabur karena melihat keadaan seperti itu.

Dyonisius juga sadar kekhawatiran itu, dia menyampaikan harapannya agar Yamaha Motor Company, tetap melakukan investasi.

“Kami meminta juga kepada investor asing kami, merupakan prinsipal di Jepang buat selalu melakukan investasi di Indonesia. Antara yang lain bagi meningkatkan produksi global model di Indonesia yg baru saja kalian lakukan seperti R25, NMAX, maupun model selanjutnya, Aerox, dan yang lain sebagainya,” kata Dyonisius.

Yamaha berharap bakal selalu ada transfer teknologi sebab Yamaha Indonesia disebut telah mendirikan pusat riset dan pengembangan. Fasilitas itu bagi memperkuat usaha Yamaha Indonesia menjadi pusat bagi ekspor global Yamaha. 

Sumber: http://otomotif.kompas.com